MENGEJAR TARGET UPAH MINIMUM BISA TERPENUHI BAGI PEKERJA LEPAS.

Didalam membangun suatu usaha khususnya bagi para wirausaha muda, biasanya akan terbentur harus berapa menggaji para karyawannya, mereka akan terpaku pada standar upah para pembantu rumah tangga yang jauh dari nllai Upah Minimum Regional yang ditetapkan oleh Pemerintah. Sebagai akibatnya maka si Pengusaha akan kesulitan untuk mendapatkan pegawai yang loyal karena para pekerja akan berpikiran mereka mendapatkan pendapatan yang kecil dan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup minimal mereka.

Kesibukan melayani konsumen di salah satu cabang Batagor Mang Kumis

Kesibukan melayani konsumen di salah satu cabang Batagor Mang Kumis

Didalam ilmu ekonomi kita tahu bahwa Upah atau apapun namanya adalah termasuk komponen harga pokok dari suatu produksi dan kebiasaan yang dilakukan bahwa komponen upah ini selalu dihitung di belakang, setelah perhitungan bahan pokok produksi dihitung. Titik tolak pemikirannya sesuai teori adalah untuk menekan biaya hingga didapat profit sebesar-besarnya.
Ini adalah pemikiran para Kapitalis yang umum, sebagai akibatnya timbul ketimpangan ekonomi yang sekarang di kenal dengan istilah “yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin terpuruk”.
Melihat pengalaman ini saya berfikir, kaidah perhitungan ekonomi memang tidak perlu kita rubah karena memang hal ini sudah berjalan, tetapi kita sebagai ekonom harus merubah cara pandang para kapitalis, hingga cara berfikirnya adalah bagaimana mengedepankan kesejahteraan manusia terlebih dahulu, baru menyusul perhitungan profit bagi kelangsungan hidup suatu usaha.
Saya akan mengambil contoh dari pengalaman dibidang usaha Batagor-Siomay dan Bakso Malang “Mang Kumis”.
Pertama yang saya pikir adalah bagaimana saya mendapatkan pekerja yang loyal terhadap usaha kita, berarti jalannya adalah kita harus dapat memenuhi biaya kesejahteraan bagi mereka. Jadi perhitungah harga produksi ini yang terlebih dahulu dikedepankan adalah bagaimana mensejahterakan karyawan.

Contoh Sepeda Siomay

Contoh Sepeda Siomay

Contoh perhitungan :
Gaji/upah pokok pekerja kita targetkan dalam satu bulan 26 hari kerja adalah Rp 1.000.000,-

Berarti untuk menutup biaya Rp 1 Juta tersebut, jumlah porsi Batagor/Siomay yang harus terjual kita misalkan perhari adalah 20 porsi untuk seorang pekerja.
berarti Jumlah pendapatan harian mereka adalah Rp 1 Juta dibagi 26 hari kerja = Rp 38. 462,- /hari

Rp 38.462,- : 20 Porsi Batagor = Rp 1.923,- kita bulatkan menjadi Rp 2.000,- /hari.per Porsi.
Inilah salah satu komponen harga pokok produksi yang tidak perlu kita bebankan kenaikan profit atasnya, atau menjadi sebuah komponen tetap yang mutlak.
Adapun Profit usaha dapat dibebankan pada perhitungan harga pokok bahan mentah Batagor/Siomay, comtohnya profit kita ambil n% dari modal pokok bahan mentah.

Maka perhitungan akan terlihat seperti ini :

Total biaya bahan pokok Batagor/Siomay………. X rupiah/porsi
Profit n% x X rupiah……………………………………….. Y rupiah/porsi
Upah per hari ……………………………………………2000 rupiah/porsi
HARGA JUAL SIOMAY PER PORSI………. ( X + Y + 2000 rupiah)

Jadi kesimpulannya para pekerja ditargetkan harus dapat menjual Batagor/Siomay dalam satu hari minimal 20 porsi, bila hal ini tercapai maka upah minimal Rp 1.000.000,- hak bagi mereka bisa terpenuhi, bila mereka lebih ulet didalam menjual melebihi target, maka otomatis pendapatan mereka meningkat dan akan mendekati Upah Minimum Regional yang ditetapkan, jadi pekerja akan dituntut untuk lebih giat mencari konsumen.

Bagaimana dengan sebuah Kafe yang mempekerjakan beberapa pegawai ?. hal ini masih bisa diterapkan, misalnya kita punya 5 pegawai, berarti target minimal perhari penjualan harus mencapai 100 porsi, adapun bila melebihi target minimal, maka kelebihannya diakumulasi dan dibagi rata kepada 5 pekerja tadi sebagai team/group.

Demikian semoga tulisan ini dapat menambah wawasan bagi para calon wirausahawan muda.

LETS……BATAGOR-SIOMAY-BAKSO MALANG GO INTERNATIONAL

Iklan

Tentang rudisettiadi

Jangan katakan kau telah beriman, karena keimanan belum masuk kedalam hatimu, tapi katakanlah kau telah Islam atau menyerah kepada Kekuasaan Yang Maha Esa. Belum dapat dikatakan kau beriman sebelum kau dapat memberikan barang yang kau cintai kepada saudaramu, siapakah saudaramu itu ?. mereka umat seagama denganmu.
Pos ini dipublikasikan di franchise, foods stall, course. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s